Memiliki rumah impian setelah resmi menjadi sepasang suami istri adalah cita-cita hampir semua pasangan baru. Namun, dengan kenaikan harga properti yang cukup signifikan setiap tahunnya, mewujudkan hal tersebut memerlukan perencanaan keuangan yang matang dan disiplin tinggi. Bagi pasangan yang baru saja menikah tahun ini, langkah awal yang paling krusial adalah menyamakan visi dan mulai menerapkan strategi menabung yang efektif agar uang muka atau down payment (DP) dapat terkumpul dalam waktu yang terukur.
Melakukan Audit Keuangan Bersama
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah keterbukaan mengenai kondisi finansial masing-masing. Catat seluruh pendapatan tetap, pengeluaran rutin, hingga cicilan atau utang yang mungkin masih berjalan. Dengan memahami arus kas rumah tangga, Anda dan pasangan dapat menentukan berapa nominal realistis yang bisa disisihkan setiap bulan untuk tabungan rumah tanpa mengganggu kebutuhan pokok harian.
Menetapkan Target Tabungan yang Spesifik
Menabung tanpa target yang jelas seringkali membuat konsistensi menurun. Tentukan jenis rumah yang diinginkan, lokasinya, dan estimasi harganya. Setelah itu, hitung besaran DP yang dibutuhkan—biasanya berkisar antara 10% hingga 20% dari harga rumah. Jika Anda menargetkan rumah seharga Rp500 juta, maka setidaknya Anda harus mengumpulkan Rp50 juta hingga Rp100 juta. Bagilah angka tersebut dengan durasi waktu yang diinginkan, misalnya dua atau tiga tahun, untuk mengetahui target tabungan bulanan.
Menerapkan Metode Alokasi Gaji Otomatis
Agar tabungan rumah tidak terpakai untuk keperluan konsumtif, gunakan sistem autodebet atau pisahkan rekening segera setelah gaji diterima. Anda bisa menggunakan rumus 50/30/20, di mana 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% khusus untuk tabungan masa depan. Jika memungkinkan, tekan biaya keinginan demi mempercepat akumulasi dana rumah pertama. Mengurangi frekuensi makan di luar atau gaya hidup mewah di awal pernikahan akan sangat membantu mempercepat pencapaian target ini.
Memilih Instrumen Investasi Rendah Risiko
Menyimpan uang hanya di rekening tabungan biasa mungkin kurang efektif karena tergerus inflasi dan biaya administrasi. Pertimbangkan untuk memutar dana simpanan tersebut ke instrumen investasi yang cenderung stabil namun memberikan imbal hasil lebih tinggi dari tabungan biasa, seperti reksadana pasar uang atau emas. Instrumen ini cocok untuk jangka pendek hingga menengah dan memiliki likuiditas yang cukup baik saat nantinya dana tersebut akan digunakan sebagai uang muka rumah.
Mencari Tambahan Penghasilan dan Memanfaatkan Bonus
Di tahun pertama pernikahan, manfaatkan energi dan waktu luang untuk mencari penghasilan tambahan melalui kerja sampingan atau bisnis kecil-kecilan. Selain itu, jika salah satu dari Anda mendapatkan bonus tahunan atau Tunjangan Hari Raya (THR), sebaiknya alokasikan sebagian besar dana tersebut langsung ke pos tabungan rumah. Kedisiplinan dalam mengelola dana tak terduga ini akan menjadi katalisator penting dalam memangkas waktu tunggu untuk memiliki hunian sendiri.











